Edisi 02-10-2019
Penanda Awal Senja Kala Messi-Ronaldo


BARCELONA –Saat Virgil van Dijk menjadi pemain terbaik Eropa, banyak yang menduga bahwa munculnya pemain belakang Liverpool itu menjadi penanda sudah berakhirnya era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai duopoli peraih gelar terbaik dalam satu dekade terakhir.

Tapi, spekulasi tersebut meredup lagi saat Messi secara mengejutkan terpilih menjadi pemain terbaik FIFA 2019. Semua kemudian berpikir jika era penyerang Argentina itu belum sepenuhnya berakhir, meski dia hanya mendapatkan gelar di level domestik.

Apa pun itu, tahun ini adalah pertama kalinya dalam 11 tahun Ballon d’Or tidak didapatkan di antara keduanya. Memang sulit membayang kan untuk membicarakan status terbaik tanpa menyebut nama ketiganya. Pada penghargaan pemain terbaik Eropa dan FIFA, nama keduanya muncul di antara Van Dijk yang juga ada di dua daftar penghargaan tersebut.

Menjawab pertanyaan ini, BBC kemudian membuat analisis tentang performa kedua nya di awal musim ini. Analisis itu dimulai dari data bahwa dalam tujuh pekan memasuki musim ini, keduanya hanya mencetak tiga gol.

Ini adalah pertama kalinya sejak 2005/2006 mereka telah mencetak kurang dari lima gol klub dikombinasikan pada 30 September. Padahal, pasangan ini telah mendominasi sepak bola selama dekade terakhir, dengan gabungan 1.369 gol, 10 Ballons d’Or, dan sembilan gelar Liga Champions.

Tapi, semua mulai terlihat menurun dan cedera membuat penampilan Messi tidak se lalu stabil. Musim ini dia sudah dua kali harus naik meja perawatan. Sementara Ronaldo juga beberapa kali harus menepi untuk mendapatkan perawan yang berimbas pada realitas dia gagal mendapatkan sepatu emas.

Jika dimulai pada 2010/2011 Messi telah memainkan 476 pertandingan, yang mem buat dia menjadi pemain paling banyak tampil di lima kompetisi Eropa, Ronaldo berada di urutan ketiga dengan 452 pertandingan.

Namun, musim ini, dia baru bermain selama 90 menit dari tujuh pertandingan Primera Liga dan sekarang kembali cedera. Jumlah pertandingan Ronaldo–yang juga mengalami cedera musim ini–;telah bermain menurun setiap musim sejak 2014/2015 dengan jumlah golnya juga turun.

Total 28 gol musim lalu dalam 43 pertandingan akan menjadi luar biasa dengan hampir semua standar orang lain, tapi itu adalah musim terburuknya sejak meninggalkan Manchester United. Ini adalah pertama kalinya sejak 2011/2012 dia tidak memenangkan atau berbagi sepatu emas Liga Champions.

Dia juga hanya pencetak gol terbanyak keempat di Seri A, lima di belakang seorang pemain dua tahun lebih tua darinya, Fabio Quagliarella, dari Samp doria. “Saya sudah absen dua bulan dan saya perhatikan ini. Saya merasa lelah dan berat serta kurang ritme.

Mereka berbicara kepada saya tentang cedera,” tutur Messi, dikutip Marca , (24/9). Sementara Ronaldo menegaskan tetap mencintai sepak bola. Dia mengaku masih suka sepak bola, menghibur para penggemar, dan orang-orang yang mencintainya.

Menurut dia, usia tidak masalah, itu semua tentang mentalitas. Meski begitu, dia mulai berpikir tentang sesuatu di luar sepak bola. “Lima tahun terakhir, saya mulai menikmati proses dan melihat saya di luar sepak bola. Jadi, siapa yang tahu apa yang akan terjadi dalam satu atau dua tahun kedepan?” tuturnya, dikutip Football-Italia .

Dia mengaku memiliki kontrol lebih besar pada sepak bola. Tapi, tidak di bidang lain se per ti bisnis karena lebih sulit. “Anda ber gan tung kepada orang lain, tapi saya memiliki tim yang baik. Itu akan menjadi tantangan. Butuh bertahun-tahun kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk mencapai apa yang saya miliki di sepak bola,” tandasnya.

ma’ruf