Edisi 02-10-2019
Infrastruktur Topang Properti


KAWASAN Bogor Utara akan menjadi pusat perniagaan dan ekonomi baru, apalagi Stasiun Light Rapid Transit (LRT) juga akan berada di wilayah itu.

Saat ini Tol BORR Simpang Yasmin selesai dibangun sehingga kawasan itu semakin mudah diakses. Sejumlah pengembang agresif menggarap Bogor Utara dan memenuhinya dengan ragam produk properti.

Salah satunya kawasan Bukit Cimanggu City merupakan kawasan bisnis paling berkembang karena berada di jalan protokol Kota Bogor dan didukung 6,000 kepala keluarga (KK) yang menjadi captive market di kawasan tersebut. Terlebih Kota Bogor yang sudah padat nanti akan dikembangkan ke arah utara sepanjang Kedung Halang sampai dengan Jalan Sholeh Iskandar.

Pengembang Bukit Cimanggu City, PT Perdana Gapura Prima Tbk yang juga merupakan anak usaha Gapura Prima Group, kembali meluncurkan Cluster Savana Ardea Phase 2 berlokasi di area paling prestisius di kawasan Bukit Cimanggu City serta terintegrasi langsung dengan area komersial, hotel, perkantoran, dan apartemen Bogor Icon.

Acara peluncuran yang diselenggarakan bersamaan dengan prosesi groundbreaking tanda dimulainya pembangunan tahap kedua dari Cluster Savana Ardea. “Cluster Savana Ardea yang dikembangkan dengan total nilai investasi sebesar Rp250 miliar ini berada di lokasi premium, karena diapit dengan kawasan business center dan berada dalam area berkontur sehingga memiliki view menghadap Gunung Salak dan Gunung Pangrango.

Nanti area ini kita harapkan menjadi ikon baru untuk kawasan hunian di Kota Bogor,” ujar Presiden Direktur Gapuraprima Group, Arvin S Iskandar. Arvin menuturkan, Cluster Savana Ardea Phase 2 yang menghimpun 250 unit rumah itu merupakan hunian dalam klaster mengusung konsep Green Living .

Secara keseluruhan, Cluster Savana dikembangkan di atas lahan seluas 14 hektare yang dibagi menjadi dua subklaster, yaitu Savana Ardea seluas 8 hektare dan Savana Buteo seluas 6 hektare.

Sementara itu, Kris Banarto, General Manager Bukit Cimanggu City mengatakan, pembangunan Cluster Savana dilakukan sejak Oktober 2018 lalu. Dimulai dengan infrastruktur jalan, saluran, jaringan listrik, dan PAM, yang secara keseluruhan progres pembangunannya mencapai 80%.

Disusul pembangunan tahap kedua dimulai pada September 2019-Mei 2020 sebanyak 280 unit rumah dan tahap ketiga dimulai pada Mei 2020-Desember 2020 berupa 120 unit rumah. “Secara keseluruhan, Cluster Savana ditargetkan akan mulai diserahterimakan bertahap pada April 2020 mendatang,” katanya.

Pengembang properti PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) melakukan topping off (tutup atap) Tower Bellerosa dan Tower Cattleya-Serpong Garden Apartment (Segar) sehingga tidak lama lagi akan siap dihuni. Hal itu membuktikan komitmen perusahaan kepada para pembeli apartemen.

Direktur Utama PT HAP, Ferdy Sutrisno menuturkan, Serpong Garden Apartment merupakan hunian vertikal yang sudah mengaplikasikan konsep TOD (Transit Oriented Development) di Indonesia. Konsep TOD merupakan pendekatan pengembangan kota yang memaksimalkan penggunaan angkutan publik sekaligus meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi.

Sebagai apartemen pertama yang menerapkan TOD, kata dia, Serpong Garden Apartment juga adalah apartemen yang memelopori koneksitas terintegrasi dengan berbagai intermoda, seperti Stasiun Cisauk, pasar modern, dan terminal terpadu.

“Sehingga apabila nanti pemerintah jadi mengaplikasikan jalur bagi kereta api massal (Mass Rapid Transit) dan kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT), kami sudah siap, termasuk juga kelengkapan jaringan bagi para pejalan kaki/para pengguna sepeda,” kata Ferdy.

Dalam kesempatan sama, GM Marketing PT HAP Clemens Papin Iswara menegaskan, setelah keberhasilan dua menara sebelumnya, Serpong Garden Apartment juga sudah meluncurkan Tower Diamanta bergaya hunian pintar dan modern.

anton c /rendra hanggara