Edisi 02-10-2019
BWJ Hadirkan Ladda Bay Village


PT Jababeka Tbk melalui anak usahanya, PT Banten West Java (BWJ), pengelolaan kawasan ekonomi khusus (KEK), meresmikan rumah wisata Ladda Bay Village.

Ladda Bay Development merupakan proyek unggulan di kawasan yang sedang berkembang, yaitu Bayside District. Dengan fungsi yang akomodatif terhadap kebutuhan fasilitas di kawasan wisata KEK Tanjung Lesung.

Direktur Utama PT BWJ Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, secara tata ruang dan dampak sosial ekonominya, Ladda Bay Village diproyeksikan menjadi titik pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Dengan hadirnya Ladda Bay Village ini, maka melengkapi beragam pilihan akomodasi di KEK Tanjung Lesung yang dapat dinikmati wisatawan domestik dan mancanegara,” kata Poernomo.

Ladda Bay Village memiliki konsep homestay dan memiliki dua tipe, yakni tipe Viriya dan Tara dengan desain bergaya modern minimalis. Saat ini, Poernomo menyebutkan, sudah ada 36 unit yang terbangun dan total 80% sudah sold out .

“Untuk tahap pertama sudah ada 36 unit dan 80% sudah sold out ,” ujarnya. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik diresmikannya Ladda Bay Village di KEK Tanjung Lesung. Menurutnya, ini merupakan terobosan baru yang harus dijadikan contoh bagi para pengelola industri pariwisata.

“Ini terobosan luar biasa bagus yang dilakukan oleh PT BWJ dan ini patut dicontoh,” kata Menpar. Namun, Arief Yahya berpesan kepada para investor untuk lebih berani melakukan promosi guna meningkatkan return (pengembalian).

“Akan lebih bagus lagi jika berani jamin return -nya, katakanlah 10% saja, itu mungkin langsung meledak penjualannya,” ucap Menpar. Sebelumnya, Vice President Marketing Banten West Java Cynthia Ratna mengungkapkan, homestay ini nantinya dapat disewakan serta dikelola oleh manajemen PT Banten West Java dengan sistem bagi hasil.

anton c